Hidrolisis Kimia
Hidrolisis Adalah Suatu Reaksi Kimia Dimana H2O (Molekul Dari Air) Akan
Diurai/Dipecah Kedalam Bentuk Kation H+ (Hidrogen) Serta Anion OH– (Hidroksida)
Melalui Sebuah Proses Kimiawi. Proses Tersebut Umumnya Dipakai Dalam Memecah
Suatu Polimer Tertentu, Khususnya Polimer Dimana Terbuat Melalui Suatu Proses
Bertahap Polimerisasi Atau Yang Dikenal Dengan Istilah
Step_growth_polimerization. Istilah Hidrolisis Sendiri Berasal Dari Kata Yunani
Yakni Hydro Yang Berarti Air Serta Lysis Dengan Arti Pemisahan.
Secara Sederhana Arti Hidrolisis Yaitu
Proses Pembelahan Ikatan Kimia Dengan Penambahan Air. Sebagai Contoh Yakni
Suatu Proses Sakarifikasi Sukrosa. Sakarifikasi Adalah Suatu Pemecahan
Karbohidrat Menjadi Komponen Molekul Gula Melalui Hidrolisis. Contohnya Sukrosa
Dipecah Menjadi Fruktosa Serta Glukosa. Umumnya Hidrolisisi Maupun Sakarifikasi
Adalah Langkah Dalam Melakukan Degradasi Zat.
Reaksi Kondensasi Yaitu Suatu Reaksi
Kebalikan Hidrolisis Yang Dimana Dua Molekul Akan Bergabung Menjadi Satu Dengan
Mengeluarkan Molekul Air Saat Proses Berlangsung. Sehingga Suatu Perbedaan
Hidrolisis Dan Kondensasi Yaitu Pada Kondensasi Dua Jenis Molekul Akan Menyatu
Dengan Membuang Air Sedangkan Hidrolisis Menambahkan Air Guna Memecah Molekul
Yang Menyatu.
Biasanya Hidrolisis Yaitu Suatu Proses
Kimia Dimana Molekul Air Ditambahkan Ke Zat. Kadang-Kadang Penambahan Ini
Mengakibatkan Kedua Substansi Dan Molekul Air Terpecah Menjadi Dua Bagian.
Dalam Reaksi Tersebut, Satu Fragmen Dari Molekul Target (Atau Molekul Induk) Mendapat
Ion Hidrogen.
Manfaat Hidrolisis
Reaksi Hidrolisis Adalah Suatu Reaksi Kimia
Yang Dipakai Untuk Menetralkan Suatu Campuran Asam Dan Basa Yang Menghasilkan
Air Dan Garam. Proses Hidrolisis Tersebut Mempunyai Andil Yang Besar Dalam
Terlaksananya Berbagai Macam Proses Penting Dan Kebutuhan Dalam Kehidupan
Sehari-Hari.
Berikut Ini Uraian Lebih Lanjut Terkait
Beberapa Pemanfaatan Proses Hidrolisis.
Reaksi Hidrolisis Antara Molekul Asam Dan
Basa Yang Direaksikan Dengan Air Akan Membentuk Garam Dengan Rumus Kimia NaCl.
NaCl Ini Adalah Garam Yang Dipakai Di Dapur Ibu Rumah Tangga Sebagai Pemberi
Rasa Asin Dalam Makanan.
Dalam Bidang Pertanian Reaksi Hidrolisis
Dimanfaatkan Dalam Suatu Penyesuaian PH Tanah Dengan Tanaman Yang Ditanam.
Melalui Suatu Reaksi Hidrolisis Akan Didapatkan Jenis Pupuk Yang Tidak Terlalu
Asam Maupun Basa. Adapun Molekul Kimia Yang Sering Dipakai Untuk Menurunkan PH
Pupuk Yakni Pelet Padat (NH4)2SO4. Bila Garam Tersebut Direaksikan Dalam Air,
Maka Ion NH4+ Akan Terhidrolisis Di Dalam Tanah Membentuk NH3 Dan H+ Yang
Sifatnya Asam.
Reaksi Hidrolisis Antara Garam Yang
Terbentuk Dari HOCl Yang Adalah Asam Lemah Dengan NaOH Yang Merupakan Basa Kuat
Dengan Air Akan Terjadinya Hidrolisis HOCl Sehingga Akan Menghasilkan Ion OH-
Yang Sifatnya Basa. Sedangkan NaoH Sebgai Basa Kuat Tidak Terhidrolisis. Garam
Yang Terbentuk Melalui Penggabungan Kedua Asam Basa Terdebut Yaitu NaOCl. Garam
Ini Adalah Salah Satu Material Yang Dimanfaatkan Dalam Pembuatan Bayclin Atau
Sunklin Untuk Memutihkan Pakaian Kita.
Reaksi Hidrolisis Mempunyai Peran Penting
Dalam Pemecahan Makanan Menjadi Nutrisi Yang Mudah Diserap. Sebagian Besar
Senyawa Organik Dalam Makanan Tidak Mudah Bereaksi Dengan Air, Sehingga
Dibutuhkan Katalis Untuk Memungkinkan Keberlangsungan Proses Ini. Katalis
Organik Yang Membantu Dengan Reaksi Dalam Organisme Hidup Yang Dikenal Sebagai
Enzim. Enzim Ini Bekerja Dengan Menerapkan Konsep Hidrolisis.
Reaksi Hidrolisis Ini Berperan Penting
Dalam Suatu Proses Pelapukan Batuan. Proses Ini Penting Dalam Pembentukan
Tanah, Dan Membuat Mineral Penting Tersedia Bagi Tanaman. Berbagai Mineral
Silikat, Seperti Feldspar, Mengalami Suatu Reaksi Hidrolisis Lambat Dengan Air,
Membentuk Tanah Liat Dan Lumpur, Bersama Dengan Senyawa Larut.
Reaksi Hidrolisis Mempunyai Andil Dalam
Penjernihan Air. Penjernihan Air Minum Oleh PAM Menerapkan Prinsip Hidrolisis,
Yakni Memakai Senyawa Aluminium Fosfat Yang Mengalami Hidrolisis Total.
Jadi, Bisa Disimpulkan Bahwa Reaksi
Hidrolisis Terjadi Ketika Beberapa Senyawa Ionik, Seperti Asam, Basa, Dan Garam
Dilarutkan Dalam Molekul Air Dan Bisa Menghasilkan Sifat Yang Bervariasi Baik
Itu Asam, Basa, Maupun Netral. Perbedaan Sifat Ini Menjadi Tolok Ukur Dalam
Menganalisa Peran Penting Garam Yang Terhidrolisis Tersebut Dalam Kehidupan
Makhluk Hidup.
Macam-Macam Hidrolisis
Jika Ditinjau Dari Komponen Pembentuk Garam
Serta Banyak Tidaknya Garam Tersebut Bisa Diuraikan Ketika Direaksikan Dengan
Air, Maka Reaksi Hidrolisis Bisa Dibedakan Sebagai Berikut Ini.
1. Hidrolisis Parsial
Hidrolisis Parsial Yaitu Ketika Garam
Direaksikan Dengan Air Hanya Salah Satu/Sebagian Ion Saja Yang Mengalami Suatu
Reaksi Hidrolisis, Sedangkan Yang Lainnya Tidak. Komponen Penyusun Garam Yang
Mengalami Suatu Reaksi Hidrolisi Parsial Ini Ialah Asam Lemah Dan Basa Kuat
Atau Sebaliknya.
2. Hidrolisis Total
Hidrolisis Total Adalah Suatu Reaksi
Penguraian Seluruh Garam Oleh Air, Yang Mana Komponen Garam Terdiri Dari Asam
Lemah Dan Basa Lemah.
Berdasarkan Jenis Ion-Ion Yang Dihasilkan
Ketika Garam Terlarut Dalam Air, Proses Hidrolisis Bisa Dibedakan Menjadi
Beberapa Macam Berikut Ini.
3. Hidrolisis Anion
Jika Garam Yang Terdiri Dari Komponen
Molekul Asam Lemah Dan Basa Kuat Direaksikan Dengan Molekul Air, Maka
Garam-Garam Ini Hanya Akan Terhidrolisis Sebagian/Parsial Didalam Air Dan Akan
Menghasilkan Ion Yang Bersifat Basa (OH-). Dengan Kata Lain, Yang Terhidrolisis
Yaitu Sedangkan Anion Dari Asam Lemah Sedangkan Kation Dari Basa Kuat Tidak
Terhidrolisis.
Contoh :
CH3COONa(Aq) → CH3COO–(Aq) + Na+ (Aq)
CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH–
Na+ + H2O → Tidak Terjadi Reaksi
Dari Contoh Diatas, Menerangkan Bahwa
CH3COO– Yang Bertindak Sebagai Anion Asam Lemah Terhidrolisis Membentuk OH–
Ketika Direaksikan Dengan Molekul Air (H2O) Sedangakn Na+ Yang Bertindak
Sebagai Kation Dari Basa Kuat Tidak Terhidrolisis Ketika Direkasikan Dengan
Molekul Air. Kesimpulannya Garam Dengan Komponen Pembentuk Asam Lemah Dan Basa
Kuat, Bila Direaksikan Dengan Air Akan Terhidrolisis Sebagian Dan Menghasilkan
Ion Yang Bersifat Basa.
4. Hidrolisis Kation
Serupa Halnya Dengan Suatu Reaksi
Hidrolisis Antara Garam Dengan Komponen Molekul Asam Lemah Dan Basa Kuat
Direaksikan Dengan Molekul Air, Bila Garam Dengan Komponen Penyusun Asam Kuat
Dan Basa Lemah Dilarutkan Ke Dalam Molekul Air Juga Akan Mengalami Suatu
Hidrolisis Parsial Dan Menghasilkan Ion Yang Sifatnya Asam (H+). Hal Ini
Terjadi Karena Hanya Kation Dari Basa Lemah Terhidrolisis, Sedangkan Anion Dari
Asam Kuat Tidak Mengalami Suatu Hidrolisis.
Contohnya :
NH4Cl → NH4+ + Cl–
NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+
Cl– + H2O → Tidak Terjadi Reaksi
Berdasarkan Contoh Diatas, Bisa Disimpulkan
Bahwa NH4+ Yang Bertindak Sebagai Basa Lemah Terhidrolisis Menghasilkan Ion
Yang Bersifat Asam, Yakni H+. Sedangkan Cl- Yang Sebagai Anion Asam Kuat Tidak
Terhidrolisis.
5. Kation Dan Anion Terhidrolisis
Jika Garam Dengan Komponen Asam Lemah Dan
Basa Lemah Direaksikan Dengan Molekul Air Akan Mengalami Hidrolisis Total. Hal
Tersebut Bisa Terjadi Dikarenakan Kation Dari Basa Lemah Maupun Anion Dari Asam
Lemah Bisa Terhidrolisis Secara Sempurna. Reaksi Hidrolisis Ini Menghasilkan
Ion H+ Atau OH-.
Contoh ;
CH3COONH4 → CH3COO– + NH4+
CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH–
NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+
Contoh Diatas, Menerangkan Bahwa Kedua
Komponen Penyusun Garam CH3COO– (Anion Dari Asam Lemah) Dan NH4+ (Kation Dari
Basa Lemah) Bisa Terhidrolsis Secara Sempurna Yang Masing-Masing Berurutan
Menghasilkan Ion Yang Sifatnya Basa (OH–) Dan Ion Yang Bersifat Asam (H+).
“ Perlu Untuk Diketahui, Bahwasanya Garam
Dengan Komponen Asam Kuat Dan Basa Kuat Yang Direaksikan Dengan Molekul Air
Tidak Akan Mengalami Suatu Hidrolisis, Dalam Arti Lain Reaksi Tersebut Sifatnya
Netral. Peristiwa Ini Bisa Terjadi Ketika Garam Yang Mengandung Ion Logam
Alkali Atau Ion Logam Alkali Tanah (Kecuali Be2+) Dan Basa Konjugat Suatu
Asamkuat (Misalnya, Cl-, Br-, Dan NO3-) Direaksikan Dengan Molekul Air Akan
Menghasilkan Larutan Yang Bersifat Netral.”
Komentar
Posting Komentar