Pertumbuhan Kacang Hijau


HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Data Hasil Pengamatan
1.      Tabel Pertumbuhan Batang Kacang dalam Satuan cm
a.       Tempat Gelap
Hari Ke-
Pertumbuhan Batang Kacang (cm)
Rata-rata (cm)
I
II
III
IV
1
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
2
0,25
0,25
0,25
0,25
0.25
3
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
4
2,00
2,00
2,00
1,50
1,88
5
3,00
3,00
2,25
2,00
2,57
6
5,00
5,00
5,00
3,50
4,72
7
9,5
9,5
9,00
7,00
8,75
     Perbandingan Proses Pertumbuhan Batang Kacang Hijau pada Tempat Gelap dan Terang
2.      Tabel Perkembangan pada Keadaan dan Kualitas Tanaman
a.       Tempat Gelap
Hari Ke-
Perkembangan
1
Pada sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
2
Kecambah mulai tumbuh dari setiap kacang, kacang terlihat segar dan sehat
3
Akar tumbuh mengarah ke bawah dan kacang mengarah ke atas
4
Kulit kacang mengelupas sekitar ¼ bagian
5
Kecambah / batang kacang berwarna putih dengan bentuk tidak beraturan (tidak tegak lurus) dan berukuran tipis
6
1 dari 3 kacang mempunyai batang kacang yang sedikit berwarna merah tua pudar
7
Daun mulai tumbuh dengan warna hijau muda
b.      Tempat Terang
Hari Ke-
Perkembangan
1
Pada sekitar biji kacang, kapas menjadi warna hijau pudar dan ukuran biji kacang membesar. Tetapi, belum muncul kecambah
2
Hanya 2 dari 4 kacang yang sudah terlihat tumbuh kecambah. Akar tumbuh mengarah ke bawah dan kacang mengarah ke atas.
3
1 dari 2 kacang yang telah tumbuh menjadi kering dan tidak ada pertumbuhan. 1 kacang lagi tumbuh dan kulit kacang mulai mengelupas
4
Hanya 1 kacang yang bertahan, dan terus tumbuh dengan keadaan batang berwarna putih, tegak lurus, dan kokoh
5
Semua kulit terkelupas dari kacang dan mulai terlihat daun berwarna hijau tua
6
Batang semakin panjang, dan daun semakin lebar
7
Kacang layu karena kapas kering oleh sinar matahari

B.     Analisa Data
Dari tabel dan grafik pengamatan tinggi tanaman yang telah diukur setelah 7 hari, ternyata didapat rata-rata tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam ditempat terang dan gelap adalah :
XTT       =  ∑Tinggi Tanaman di Tempat Terang/6   = 16.50 cm/5  = 2.75 cm
XTG        =   ∑Tinggi Tanaman di Tempat Gelap/6   = 38.34 cm/6   = 6.49 cm
Jadi, selisih tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam di tempat terang dan gelap adalah
XTG - XTT    = 6.49 cm - 2.75 cm
                    = 3.74 cm


1.      Pertumbuhan Kacang Hijau di Tempat Gelap
            Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata panjang batang kecambah di tempat dengan intensitas cahaya rendah adalah 6,49 cm. Pada tempat yang gelap,  kacang hijau tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali, akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kacang menjadi sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu  menyebabkan pertumbuhan kacang hijau menjadi sangat cepat namun kurang merata. Sehingga batangnya lemah. Pertumbuhan kecambah pada tempat gelap paling cepat diantara tempat-tempat lain. Pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap cenderung bengkok tetapi batangnya sangat kuat dan warnanya hijau, karena mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis. 

2.      Pertumbuhan Kacang Hijau di Tempat Terang
            Pada tempat yang terang, kacang hijau mendapat cahaya dengan intensitas yang sangat besar, akibatnya pertumbuhan kacang hijau akan lambat, karena sebagian besar hormon auksin terurai oleh sinar matahari. Dari data diperoleh rata-rata panjang batang kecambah 2,75 cm. Statistik ini paling rendah dari semua data yang ada, yang berarti pertumbuhan kecambah kacang hijau di tempat terang adalah yang paling lambat. Tiga objek tidak tumbuh, hal ini mungkin disebabkan oleh biji yang rusak atau mungkin juga hormon auksin yang tidak bekerja sama sekali akibat kelebihan cahaya

C.    Pembahasan
            Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya (terang) dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning (etiolasi).
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.


  BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1     Tabel Tinggi Tanaman
          Data menunjukkan bahwa ukuran tinggi serta kesuburan kecambah yang di rawat pada suhu teduh, panas, dan dingin menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
Label Wadah
Tempat dan Suhu
Rata-Rata Tinggi Kecambah per Hari
Keadaan Akhir Tanaman
1
2
3
4
5
A
Luar Ruangan (28derajat C)
2 cm
4,5 cm
7,6 cm
11,8 cm
16,7 cm
tinggi sedang, daun hijau tua, lebar, dan tebal, tanaman terlihat segar dan sehat
B
Belakang Kulkas (35derajat C)
2,5 cm
6,3 cm
11,4 cm
16,7 cm
22,8 cm
paling tinggi, daun hijau pucat, kecil, dan tipis, tanaman terlihat lemah dan tidak sehat
C
Dalam Kulkas (10derajat C)
0 cm
0 cm
0 cm
0,5 cm
0,7 cm
kecambah tidak bertambah tinggi, hanya terlihat biji kacang hijau pecah mengeluarkan kotiledon dan plumula putih
4.2     Persentase Keberhasilan Pertumbuhan
Wadah A : (10/15x100%) = 67%
Wadah B : (13/15x100%) = 86%

 
Wadah C : (0/15x100%) = 0%
4.3     Analisis Data
          Berdasarkan teori yang tercantum dalam Bab II (Landasan Teori), kacang hijau sebagai tumbuhan tropis mampu tumbuh pada rentang suhu 20oC – 40oC dengan rincian suhu optimum berkisar antara 28oC – 30oC. Hal ini sesuai dengan data yang didapat bahwa :
          Wadah A diletakkan di luar ruangan dengan suhu 28oC : mengalami pertumbuhan paling baik, tinggi cukup, daun banyak, tebal, dan hijau, serta tumbuhan terlihat sehat. Hal ini dikarenakan suhu 28oC termasuk pada suhu optimum pertumbuhan kacang hijau.
          Wadah B diletakkan di belakang kulkas dengan suhu 35oC : tanaman tumbuh tinggi namun terlihat tidak sehat, batang dan daun lemah, warna daun hijau pucat dan tipis. Hal ini dikarenakan tanaman kacang hijau masih mampu tumbuh pada suhu 35oC, namun suhu ini bukanlah suhu optimum bagi pertumbuhan kacang hijau sehingga perkecambahan tidak berlangsung dengan baik.
          Wadah C diletakkan di dalam kulkas dengan suhu 10oC : tanaman tidak bertambah tinggi, hanya terlihat biji kacang hijau pecah dan mengeluarkan kotiledon serta plumula berwarna putih. Hal ini dikarenakan suhu 10oC tidak termasuk pada rentang suhu pertumbuhan kacang hijau, sehingga kecambah kacang hijau tidak mampu tumbuh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying