Pembelajaran "Persyaratan Wacana"

                                                                     

 

Syarat-syarat terbentuknya wacana

Untuk membentuk sebuah wacana yang utuh ada sejumlah syarat. Syarat pertama adanya topik, kedua adalah tuturan pengungkap topik, dan ketiga adanya kohesi dan koherensi. Adapaun penjabaran beberapa hal yang menjadi prasyaratan wacana :

1.      Topik

Topik merupakan hal yang dibicarakan dalam sebuah wacana, topik itu dapat dinyatakan dengan redaksi, “tentang apa seseorang berbicara?”, “apa yang dikatakan seseorang?”, “apa yang mereka bicarakan?”, dan sebagainya.

2.      Tuturan Pengungkap Topik

Syarat wacana yang kedua adalah tuturan pengungkap topik, topik perlu dijabarkan sehingga makna yang disusun dari beberapa kalimat menjadi utuh karrena wujud konkret tuturan itu adalah kalimat atau untaian kalimat yang membentuk teks.

3.      Kohesi dan Koherensi

Kohesi dan koherensi adalah syarat wacana yang ketiga. Kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan yang lain dalam wacana, sehingga terciptalah pengertian yang apik atau koheren. Kohesi merujuk pada pertautan bentuk, sementara koherensi merujuk pada pertautan makna.

Kohesi merupakan aspek formal bahasa dalam wacana (hubungan yang tampak pada bentuk). Kohesi merupakan organisasi sintaksis dan merupakan wadah kalimat-kalimat yang disusun secara padu dan padat untuk menghasilkan tuturan (tarigan 1987:96). Sedangkan Koherensi adalah cara bagaimana komponen-komponen wacana yang berupa konfigurasi konsep dan hubungan menjadi relevan dan saling mengaitkan. Pranowo (dalam purwati 2003:21).

Wabster (dalam tarigan 1987:104) memberikan batasan koherensi sebagai berikut:

Ø  Kohesi : perbuatan atau keadaan menghubungkan, mempertalikat

Ø  Koneksi : hubungan yang cocok dan sesuai atau ketergantungan satu sama lain yang rapi, beranjak dari hubungan-hubungan alamiah bagian-bagian atau hal-hal satu sama lain, seperti bagian-bagian wacana, atau argumen-argumen suatu rentetan penalaran.

Wacana yang utuh adalah wacana yang kohesif dan koheren. Keutuhan wacana merupakan faktor yang menentukan kemampuan bahasa.

Ø  Proporsional yang dimaksud adalah keseimbangan makna, artinya seimbang dan sejajar dengan topik. Misalnya wacana persuasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca terhadap suatu hal, maka dalam paragraf tersebut harus berkesinambungan tiap paragraf.

Ø  Tuturan yang dimaksud adalah pengungkapan suatu topik yang ada dalam wacana. Baik tutur tulis atau tutur lisan. Tutur kaitannya menjelaskan suatu topik yang terdapat dalam wacana dengan tetap adanya kohesi dan koherensi yang proporsional di dalamnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying