Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

 

 


 

Disusun oleh :

Ahmad Reyhan Nashih (119050034)

Windi Alfiyani Putri (119050040)

 

 

 

 

 

 

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

 2021

 

 


Abstrak

 Kurikulum merupakan subyek dan bahan pelajaran dimana diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh siswa. Secara terminologis, kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir,2004:3). Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal terkait dengan pengembangan kurikulum.

Kata kunci : Pengertian kurikulum, Prinsip pengembangan kurikulum

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Kurikulum dalam arti luas mengartikan bahwa kurikulum sebagai pengalaman belajar yang dialami siswa baik didalam maupun diluar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kurikulum merupakan sebuah alat untuk mencapai pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti bahwa kurikulum itu harus selalu dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengembangan kurikulum harus didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar pengembangan kurikulum yang dilaksanakan dapat sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional. Oleh karena itu ada beberapa landasan dan prinsip-prinsip yang harus menjadi pedoman dalam pengembangan sebuah kurikulum, karena di dalam pengembangan kurikulum terdapat perencanaan, penerapan dan evaluasi.

 

1.2  Rumusan Masalah

 

1.      Apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana ?

2.      Bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam pengembangan kurikulum ?

3.      Jelaskan bagaimana peran kepala sekolah dan guru dalam pengembangan kurikulum ?

 

1.3  Tujuan

-          Dapat mengetahui apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana.

-          Dapat menjelaskan bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam pengembangan kurikulum.

-          Dapat menjelaskan bagaimana peran kepala sekolah dan guru dalam pengembangan kurikulum.

 

 

BAB 2

LANDASAN TEORETIS

 

 

2.1 Pengertian Kurikulum

Istilah krikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Dalam dunia pendidikan kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang  siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan  dalam bentuk ijazah. Atau bisa dikatakan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman di bawah bimbingan dan arahan dari institusi pendidikan yang membawa ke dalam kondisi belajar.

 

2.2 Pengertian Prinnsip Pengembangan Kurikulum

Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum. Pada dasarnya, prinsip-prinsip tersebut merupakan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri.

Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses identifikasi, analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi elemen-elemen kurikulum. Jika proses pengembangan kurikulum ingin berjlan secara efektif dan efisien, maka para pengembangan kurikulum, baik bersifat umum maupun khusus. Para pengembang akan bisa bekerja secara mantap, terarah dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

 

2.3 Macam-macam Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum

Dari berbagai literatur tentang kurikulum dapat dikemukakan setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu : data empiris (empirical data), data eksperimen (experiment data), cerita/legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum), dan akal sehat (common sense) (Olivia, 1992: 28). Data empiris dan data eksperimen merupakan data yang dianggap paling terpercaya disbanding legenda dan pertimbangan akal sehat. Namun demikian, akal sehat dan cerita yang hidup di masyarakat tetap menjadi bahan yang harus diperhatikan. Pada prinsipnya kesemua jenis data di atas dapat digunakan atau dimanfaatkan bagi kegiatan pengembangan kurikulum sebagai sumber prinsip yang akan dijadikan pegangan.

 

 

 

2.4 Tipe-tipe Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pada dasarnya, tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum merupakan tingkat ketepatan dan ketetapan prinsip yang digunakan. Hal ini ada kaitannya dengan sumber-sumber dari prinsip pengembangan kurikulum itu sendiri. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe prinsip, yaitu : anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (whole truth), anggapan kebenaran parsial (partial truth), dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (hypothesis).

 

2.5  Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum dimana pun. Di samping itu, prinsip ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari komponen-komponen yang membangnnya. Prinsip umum pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi, fleksibel, kontinuitas, praktis atau efisien, dan efektivitas.

Prinsip khusus, artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dan situasi tertentu. Prinsip khusus ini merujuk pada prinsip-prinsip yang dignakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum itu sendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, prinsip untuk mengembangkan media dan alat bantu pembelajaran, serta prinsip yang berkaitan dengan komponen evaluasi.

 

BAB 3

HASIL STUDI LAPANGAN

 

3.1 Metode Penelitian

Penelitian yang penulis gunakan ialah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Menurut Bodgan dan Taylor (dalam Basrowi dan Suwandi, 2008:21).

Untuk memperoleh datanya, penulis menggunakan instrument angket atau kuesioner online yang dibuat menggunakan google form lalu menyebarkannya. Google form yang penulis sebarkan melalui link ditujukan pada tenaga kependidikan seperti guru dan juga mahasiswa.

Data yang diperoleh, kemudian diolah ke dalam bentuk deskriptif dan tidak menggunakan statistik tetapi melalui pengumpulan data, analisis, kemudian diinterpretasikan.

 

3.3  Hasil Penelitian

Penulis menyebarkan angket melalui link google form lalu mendapatkan responden sebanyak sembilan tanggapan. Berikut adalah pertanyaan yang terdapat pada angket yang telah penulis bagikan mengenai Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum. Pertanyaannya yaitu : (1) Apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana?. (2) Bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam pengembangan krikulum?. (3) Jelaskan bagaimana peran kepala sekolah dan guru dalam pengembangan kurikulum ?

Hasil jawaban pada pertanyaan pertama disini responden menyatakan bahwa Pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana, kurikulum tersebut tidak lagi bermakna dan menjadi tidak relevan dengan karakteristik siswa, akan terjadi ketidak seimbangan di dunia pendidikan baik pusat dan luar (lingkungan pendidikan), dan juga akan susah mengembangkan pembelajaran tanpa adanya panduan belajar seperti kurikulum dalam pendidikan.

Hasil jawaban pada pertanyaan kedua disini responden menyatakan bahwa harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa lebih bermakna dalam hidupnya, lalu dengan mengembangkan pembelajaran seni dalam keterlibatan mengenai sosial budaya di sekitar, dan juga melihat kultural daerah setempat dan menerapkannya pada kurikulum.

Hasil jawaban pada pertanyaan ketiga disini reponden menyatakan bahwa peran kepala sekolah terhadap pengembangan kurikulum ialah harus melakukan pengambilan keputusan secara demokratis, mengarahkan guru dalam melaksanakan tugasnya, menggerakkan guru untuk Menyusun RPP, mengikuti kegiatan MGMP, memberikan motivasi, dan juga memberikan teladan yang baik dan guru sebagai media atau fasilitator. Adapun pernyataan dari responden yang lainnya, bahwa peran kepala sekolah adalah sebagai orang yang mengatur serta memimpin dalam penerapan kurikulum. Peran guru sebagai pengajar, pembimbing, dan pengembang kurikulum.



BAB 4

PENUTUP

 

4.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana maka kurikulum sudah tidak berarti atau sudah tidak bermakna dan pembelajaran pun tidak akan terlaksana dengan baik. Lalu cara untuk menerapkan landasan sosial budaya dalam pengembangan kurikulum yaitu dengan cara menyertakan kearifan lokal di setiap pembelajaran, dan juga harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa lebih bermakna dalam hidupnya. Dan juga peran kepala sekolah sebagai manager dan pemimpin dalam mengatur penerapan kurikulum, lalu peran guru sebagai pengajar dan pembimbing. Keduanya juga harus professional agar dapat membina hubungan dengan masyarakat.

 

4.2 Daftar Pustaka

Tjurparmah, Yooke dan Deni Kurniawan. (2019). MKDP Kurikulum Dan Pembelajaran. Depok:RajaGrafindo Persada

Sudarman. (2019). Pengembangan Kurikulum : Kajian Teori Dan Praktik. Mulawarman Univerity Press. Samarinda

Fauzan. (2017). Kurikulum Dan Pembelajaran. GP Press. Tangerang.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying