Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
Disusun
oleh :
Ahmad
Reyhan Nashih (119050034)
Windi
Alfiyani Putri (119050040)
Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
2021
Abstrak
Kata kunci : Pengertian
kurikulum, Prinsip pengembangan kurikulum
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kurikulum dalam arti luas
mengartikan bahwa kurikulum sebagai pengalaman belajar yang dialami siswa baik
didalam maupun diluar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kurikulum
merupakan sebuah alat untuk mencapai pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti
bahwa kurikulum itu harus selalu dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengembangan kurikulum
harus didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku.
Hal ini dilakukan agar pengembangan kurikulum yang dilaksanakan dapat sesuai
dengan apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional. Oleh karena itu ada
beberapa landasan dan prinsip-prinsip yang harus menjadi pedoman dalam
pengembangan sebuah kurikulum, karena di dalam pengembangan kurikulum terdapat
perencanaan, penerapan dan evaluasi.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum tidak terlaksana ?
2. Bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam
pengembangan kurikulum ?
3. Jelaskan bagaimana peran kepala sekolah dan guru dalam
pengembangan kurikulum ?
1.3 Tujuan
-
Dapat mengetahui
apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana.
-
Dapat menjelaskan
bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam pengembangan kurikulum.
-
Dapat menjelaskan
bagaimana peran kepala sekolah dan guru dalam pengembangan kurikulum.
BAB 2
LANDASAN TEORETIS
2.1
Pengertian Kurikulum
Istilah krikulum (curriculum)
berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya
digunakan dalam dunia olahraga. Dalam dunia pendidikan kurikulum adalah sejumlah
mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang
siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh
penghargaan dalam bentuk ijazah. Atau
bisa dikatakan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman di bawah bimbingan dan
arahan dari institusi pendidikan yang membawa ke dalam kondisi belajar.
2.2 Pengertian Prinnsip Pengembangan Kurikulum
Prinsip adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting
dan mendasar, terlahir dari dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian tentang berbagai hal yang
harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan
pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum. Pada
dasarnya, prinsip-prinsip tersebut merupakan ciri dari hakikat kurikulum itu
sendiri.
Esensi dari pengembangan kurikulum adalah proses
identifikasi, analisis, sintesis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan kreasi
elemen-elemen kurikulum. Jika proses pengembangan kurikulum ingin berjlan
secara efektif dan efisien, maka para pengembangan kurikulum, baik bersifat
umum maupun khusus. Para pengembang akan bisa bekerja secara mantap, terarah
dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.
2.3 Macam-macam Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum
Dari berbagai literatur tentang kurikulum dapat
dikemukakan setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu :
data empiris (empirical data), data eksperimen (experiment data),
cerita/legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum), dan
akal sehat (common sense) (Olivia, 1992: 28). Data empiris dan data
eksperimen merupakan data yang dianggap paling terpercaya disbanding legenda
dan pertimbangan akal sehat. Namun demikian, akal sehat dan cerita yang hidup
di masyarakat tetap menjadi bahan yang harus diperhatikan. Pada prinsipnya
kesemua jenis data di atas dapat digunakan atau dimanfaatkan bagi kegiatan
pengembangan kurikulum sebagai sumber prinsip yang akan dijadikan pegangan.
2.4 Tipe-tipe Prinsip Pengembangan Kurikulum
Pada dasarnya, tipe-tipe prinsip pengembangan
kurikulum merupakan tingkat ketepatan dan ketetapan prinsip yang digunakan. Hal
ini ada kaitannya dengan sumber-sumber dari prinsip pengembangan kurikulum itu
sendiri. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi
tiga tipe prinsip, yaitu : anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (whole
truth), anggapan kebenaran parsial (partial truth), dan anggapan
kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (hypothesis).
2.5 Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa dibedakan
dalam dua kategori, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum
biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum dimana pun. Di
samping itu, prinsip ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk
dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari komponen-komponen yang
membangnnya. Prinsip umum pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi,
fleksibel, kontinuitas, praktis atau efisien, dan efektivitas.
Prinsip khusus, artinya prinsip yang hanya berlaku di
tempat tertentu dan situasi tertentu. Prinsip khusus ini merujuk pada
prinsip-prinsip yang dignakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum
itu sendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan,
prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, prinsip untuk mengembangkan
media dan alat bantu pembelajaran, serta prinsip yang berkaitan dengan komponen
evaluasi.
BAB
3
HASIL
STUDI LAPANGAN
3.1
Metode Penelitian
Penelitian
yang penulis gunakan ialah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif
adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Menurut Bodgan dan Taylor (dalam Basrowi dan Suwandi, 2008:21).
Untuk
memperoleh datanya, penulis menggunakan instrument angket atau kuesioner online
yang dibuat menggunakan google form lalu menyebarkannya. Google form yang
penulis sebarkan melalui link ditujukan pada tenaga kependidikan seperti guru
dan juga mahasiswa.
Data
yang diperoleh, kemudian diolah ke dalam bentuk deskriptif dan tidak
menggunakan statistik tetapi melalui pengumpulan data, analisis, kemudian
diinterpretasikan.
3.3 Hasil
Penelitian
Penulis
menyebarkan angket melalui link google form lalu mendapatkan responden sebanyak
sembilan tanggapan. Berikut adalah pertanyaan yang terdapat pada angket yang
telah penulis bagikan mengenai Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum. Pertanyaannya
yaitu : (1) Apa yang terjadi jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak
terlaksana?. (2) Bagaimana cara menerapkan landasan sosial budaya dalam
pengembangan krikulum?. (3) Jelaskan bagaimana peran kepala sekolah dan guru
dalam pengembangan kurikulum ?
Hasil
jawaban pada pertanyaan pertama disini responden menyatakan bahwa Pembelajaran
tidak akan terlaksana dengan baik jika prinsip-prinsip pengembangan kurikulum
tidak terlaksana, kurikulum tersebut tidak lagi bermakna dan menjadi tidak relevan
dengan karakteristik siswa, akan terjadi ketidak seimbangan di dunia pendidikan
baik pusat dan luar (lingkungan pendidikan), dan juga akan susah mengembangkan
pembelajaran tanpa adanya panduan belajar seperti kurikulum dalam pendidikan.
Hasil
jawaban pada pertanyaan kedua disini responden menyatakan bahwa harus
disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, sehingga hasil
belajar yang dicapai oleh siswa lebih bermakna dalam hidupnya, lalu dengan
mengembangkan pembelajaran seni dalam keterlibatan mengenai sosial budaya di
sekitar, dan juga melihat kultural daerah setempat dan menerapkannya pada
kurikulum.
Hasil jawaban pada pertanyaan ketiga disini reponden menyatakan bahwa peran kepala sekolah terhadap pengembangan kurikulum ialah harus melakukan pengambilan keputusan secara demokratis, mengarahkan guru dalam melaksanakan tugasnya, menggerakkan guru untuk Menyusun RPP, mengikuti kegiatan MGMP, memberikan motivasi, dan juga memberikan teladan yang baik dan guru sebagai media atau fasilitator. Adapun pernyataan dari responden yang lainnya, bahwa peran kepala sekolah adalah sebagai orang yang mengatur serta memimpin dalam penerapan kurikulum. Peran guru sebagai pengajar, pembimbing, dan pengembang kurikulum.
BAB
4
PENUTUP
4.1
Simpulan
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa jika
prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tidak terlaksana maka kurikulum sudah
tidak berarti atau sudah tidak bermakna dan pembelajaran pun tidak akan
terlaksana dengan baik. Lalu cara untuk menerapkan landasan sosial budaya dalam
pengembangan kurikulum yaitu dengan cara menyertakan kearifan lokal di setiap
pembelajaran, dan juga harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya
masyarakat setempat, sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa lebih
bermakna dalam hidupnya. Dan juga peran kepala sekolah sebagai manager dan
pemimpin dalam mengatur penerapan kurikulum, lalu peran guru sebagai pengajar
dan pembimbing. Keduanya juga harus professional agar dapat membina hubungan
dengan masyarakat.
4.2
Daftar Pustaka
Tjurparmah, Yooke dan
Deni Kurniawan. (2019). MKDP Kurikulum Dan Pembelajaran. Depok:RajaGrafindo
Persada
Sudarman. (2019). Pengembangan
Kurikulum : Kajian Teori Dan Praktik. Mulawarman Univerity Press. Samarinda
Fauzan. (2017). Kurikulum
Dan Pembelajaran. GP Press. Tangerang.

Komentar
Posting Komentar