Analisis Cerpen "Riak Toba" Karya Ristiana Dewi Dengan Kajian Warna Lokal

 Analisis Cerpen Riak Toba Karya Ria Ristiana Dewi

Dengan Kajian Warna Lokal

Analisis ini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Apresiasi dan Kajian Prosa Fiksi

Dosen : Ira Rahayu, S.Pd., M.Pd




Ahmad Reyhan Nashih

(119050034)


Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon 

2021



ABSTRAK

Sebagian cerpen menggunakan data-data faktual di dalamnya seperti nama tokoh, setting, maupun rekaman peristiwa, sehingga pembaca sering kali terkecoh untuk membedakan apakah cerpen yang dibacanya benar-benar mengandung unsur fakta atau sekedar fiksi belaka. Jika benar terdapat fakta di dalamnya apakah fakta itu tersaji apa adanya ataukah hanya mendapat polesan dari subjektivitas pengarangnya. karya sastra bermuatan kearifan lokal mere(eksikan kondisi sosial budaya setempat. Warna lokal dalam karya sastra ditentukan oleh beberapa unsur antara lain latar cerita, asal-usul pengarang, nama pelaku, nama panggilan yang digunakan, pakaian, adat istiadat, cara berpikir, lingkungan hidup, sejarah, cerita rakyat, kepercayaan, serta bahasa dan dialek.

Kata kunci: cerpen, warna lokal




Pendahuluan

Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengarang serta refleksi terhadap gejala-gejala sosial di sekitarnya. Karya sastra adalah suatu karangan yang dibuat oleh seseorang secara khusus dengan menggunakan bahasa yang indah. Cerpen merupakan cerita yang wujud fisiknya berupa pendek. Ukuran panjang pendeknya suatu cerita memang relatif, akan tetapi pada umumnya, cerita pendek merupakan cerita yang habis dibaca sekitar sepeluh menit hingga setengah jam atau habis dibaca dalam sekali duduk. Cerita pendek pada umumnya bertema sederhana, jumlah tokohnya pun tidak banyak, konflik yang ada dalam cerita pendek juga tidak begitu kompleks dan latarnya pun meliputi ruang lingkup yang terbatas. Penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam proses pendididkan dan pengajaran sastra merupakan hal yang penting. Dalam pembelajaran sastra ini bertujuan agar mahasiswa lebih peka terhadap kearifan lokalnya dan menyadari bahwa adat istiadat disetiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing yang memiliki unsur nilai-nilai tersendiri. 

Warna lokal turut mewarnai perkembangan kesusastraan Indonesia. Bahkan, sekitar tahun 1980-an, warna lokal ini menjadi kecenderungan dalam kesusastraan Indonesia. Perkembangan ini merupakan sesuatu yang menggembirakan sehingga kesusastraan Indonesia memiliki keragaman yang menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Riak Toba merupakan cerpen karya Ria Ristiana Dewi inilah yang akan dijadikan sebagai objek analisis menggunakan analisis kajian warna lokal. 


Metode 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode studi Pustaka. Metode ini digunakan untuk membuat Analisa terhadap masalah yang dikaji dengan menggunakan sumber data dari buku, majalah, jurnal, maupun artikel yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Sementara untuk metode analisis data penulis menggunakan metode analisis kajian warna lokal pada cerpen.


Kajian Teori 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:1269), warna berarti corak atau ragam (sifat sesuatu), sedangkan lokal berarti terjadi atau berlaku di satu tempat dan tidak merata atau setempat. Dengan pengertian ini adalah warna lokal bentuk pertunjukan berdasarkan nilai tradisi dan cerita yang dituturkan masyarakat setempat. Dalam sejarah sastra Indonesia dikenal sastra warna lokal, yaitu karya sastra dengan melukiskan ciri-ciri daerah tertentu, jadi disetiap daerah masing-masing memiliki adat istiadat atau ciri khasnya tersendiri

mendefinisikan warna lokal ini sebagai lukisan yang cermat mengenai latar, dialek, adat istiadat, cara berpakaian, cara berpikir, cara merasa, dan sebagainya yang khas dari suatu daerah tertentu yang terdapat dalam cerita. Oleh karena itu, untuk mengenal warna lokal dalam karya sastra diperlukan pemahaman falsafah kebudayaan dari bangsa atau daerah pelaku cerita.

Mendefinisikan warna lokal ini sebagai lukisan yang cermat mengenai latar, dialek, adat istiadat, cara berpakaian, cara berpikir, cara merasa, dan sebagainya yang khas dari suatu daerah tertentu yang terdapat dalam cerita Abrams (1981:1989). Oleh karena itu, untuk mengenal warna lokal dalam karya sastra diperlukan pemahaman yang dimiliki oleh orang atau masyarakat terhadap kebudayaan dari bangsa atau daerah pelaku cerita.


Pembahasan 

Analisis Warna Lokal pada Cerpen Riak Toba Karya Ria Ristiana Dewi

Cerpen Riak Toba Karya Ria Ristiana Dewi merupakan dengan unsur warna lokal yang khas dari Sumatera Utara. Cerpen ini sangat mencerminkan nuansa warna lokal khas masyarakat sekitar danau Toba Samosir Sumatera Utara. Ria Ristiana Dewi ini melukiskan kebiasaan hidup dari anak-anak pulau Samosir. 

”Ia memang begitu. Tidak perduli dengan kata-kata amang yang sering mengatakan padanya Si Anak Danau yang liar. Pulang sekolah bukan pulang atau berganti pakaian terlebih dahulu melainkan mencari ikan di pinggir danau, bermain pasir, berenang dengan telanjang dada. Alhasil, segala umpatan kesal dari inang kerap memenuhi pendengaran Mompang.”

Dari kutipan di atas menunjukkan bahwa Mompang kecil tidak pernah terlalu perduli kata-kata tidak penting yang sering terlontarkan dari orang-orang. Salah satu ketidakpedulian itu adalah kata-kata dari amangnya sendiri.

“Pada malam-malam tertentu, bukannya Mompang tidak pernah memikirkan tentang masa depan. Malam itu pula ia berpikir untuk memenangkan perlombaan—yang menurutnya sebuah tantangan besar. Ia bertanya banyak hal pada opung tentang ulos yang menjadi kebanggaan adat mereka. Opung hanya mencoba menjelaskan beberapa jenis ulos yang berbeda fungsinya. Dan saat Mompang mendengar penjelasan itu, ulos memang kerap menjadi mata pencaharian keluarganya selama ini. Beberapa turis asing bahkan mengaku ulos buatan keluarga Mompang adalah tenunan yang terbaik. Jadi, di akhir penjelasan opung sempat pula berpesan pada Mompang, jangan banyak kali mimpi, jaga danau, jaga warisan usaha keluarga opung. Titik.”

Unsur warna lokal yang menjadi ciri khas tertent pada suatu daerah yaitu pada kutipan cerpen diatas disana menunjukan bahwa warisan dan juga benda adat dari pulau Samosir.

Mana pulak bisa menang Kau! Sudah tak usah susah Kau memikirkan perlombaan itu. Baik-baik saja Kau teruskan usaha amang dan inang.

Tidak hanya warna lokal kebudayaan, dan benda adat tradisional sajalah yang menjadi ciri khas, akan tetapi ada satu ciri khas yang menonjol disetiap perbedaan daerah. Contohnya yaitu pada kutipan diatas dimana bahasa dan dialek yang menjadi ciri khas paling jelas terhadap perbedaan suatu daerah.

Ulos bukanlah sembarang benda adat. Ulos merupakan peninggalan yang istimewa bagi adat kita. Ulos tidak sekadar dijual lalu dibawa sebagai oleh-oleh. Kalian harus tahu, ulos lebih dari sekadar cenderamata bagi kita. Biarlah ia menghidupi, namun keberadaannya jauh dari apa yang kamu pikirkan.”

Kutipan diatas menunjukkan benda adat istiadat sekaligus cendera mata dari pulau Samosir.


Simpulan

Pada cerpen Riak Toba karya Ria Ristiana Dewi ini mengangkat unsur warna lokal dari daerah Sumatera Utara tepatnya di daerah pulau Samosir. Di cerpen ini pula mengutip ungkapan-ungkapan atau istilah dalam bahasa daerah. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana tertentu yang benar-benar dapat dirasakan bahwa itu terjadi secara nyata atau realistis.

Daftar Pustaka

Ria Ristiana, Dewi. 2016. Cerpen Riak Toba. Riak Toba – Sastra Medan (diakses tanggal 21 Desember 2020)

Ahmad. 2020. Pengertian Cerpen √ CERPEN - Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Fungsi (yuksinau.id)√ CERPEN - Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Fungsi (yuksinau.id) (diakses 20 Desember 2020)

Dosen, Pendidikan. 2020. Pengertian sastra Pengertian Sastra - Jenis, Struktur, Teori dan Aliran (dosenpendidikan.co.id) (diakses 20 Desember 2020)Pengertian Sastra - Jenis, Struktur, Teori dan Aliran (dosenpendidikan.co.id) (diakses 20 Desember 2020)

Ira Rahayu. 2018. Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Gelap di Antara Terang Warna Lokal Masyarakat Pesisir Cirebon Sebuah Analisis Cerpen Karya Abdul Majid. http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis/issue/view/200 

Kusmarwanti2. 2008. WARNA LOKAL MINANGKABAU DALAM KARYA SASTRA INDONESIA. makalah PIBSI WARNA LOKAL MINANGKABAU.pdf (diakses 20 Desember 2020)








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying