Pandemi Mengguncang Ekonomi Kalangan Bawah


  Pandemi saat ini tak kunjung berakhir tentunya hal tersebut membuat resah masyarakat, mengingat banyak sekali jumlah warga yang terpapar Covid-19 bahkan sampai merenggut nyawa. Pandemi ini membawa dampak yang sangat berpengaruh pada setiap aspek kehidupan terutama pada masyarakat kalangan bawah seperti pedagang kaki lima yang merasa sangat dirugikan dengan keadaan saat ini. Semenjak pemerintah menetapkan kebijakan di rumah saja, tak sedikit pedagang kaki lima yang mengeluh karena sulitnya perekonomian yang mereka alami dikala pandemi ini. Hal tersebut berdampak pada jumlah pembeli yang menurun dengan penurunan jumlah pembeli tentunya membuat perekonomian pedagang kaki lima merosot drastis. 

  Menurut hasil kegiatan wawancara yang kami lakukan pada beberapa pedagang di kota Cirebon bahwa dampak covid-19 ini sangat berpengaruh sekali terhadap sektor perekonomian. Terlebih lagi setelah pemerintah meminta masyarakat melakukan kegiatan di rumah dan menjaga jarak. Akibatnya nihilnya pemasukan. “Sangat terasa sekali dampak yang dirasakan pada saat berjualan di tengah pandemi ini, terlebih lagi dari segi penghasilan yang turun drastis.” Ujarnya salah satu pedagang yang kami wawancarai di kota Cirebon. Beberapa pedagang pun dibuat kebingungan bagaimana cara mengatasi pendapatan yang menurun “Gimana ya, orang perusahaan besar aja pada gulung tikar kan, apalagi saya.” Ucap bapak Adi. Selain itu pak Adi mengungkapkan sebelum adanya pandemi dan setelah adanya pandemi sangat terasa sekali perbedaannya “Dulu sebelum adanya pandemi masih banyak yang mampir dan sekarang sudah sangat jarang. Intinya dari segi ekonomi yang paling parah.” Timpalnya. 

  Lalu kami mencoba mewawancarai salah satu pedangang burger keliling yang bernama pak Musni yang merupakan seorang perantau dari daerah Pangandaran, ia sudah cukup lama tinggal di kota Cirebon. Sejak tahun 1997 beliau sudah memulai berjualan burger keliling. Saat kami mencoba menanyakan berapa presentase menurunnya pendapatan setelah adanya pandemi ia menjawab “50% mah ada neng, dulu kan ada anak sekolah lumayan habis dari SD ke SMA sekarangmah ngga ada yang pada berangkat.” Ujarnya. Akan tetapi ada salah satu cara yang dilakukan oleh bapak Taufik salah satu pedagang yang kami wawancarai untuk mengatasi pendapatan yang menurun. “biasanya kalau sore ada acara habib bapak lari jualan ke tempat lokasi acara sholawatan” ujar bapak Taufik. 

  Setelah kami berkeliling mewawancarai beberapa pedagang kaki lima, kami mencoba untuk mewawancarai salah satu karyawan di sebuah kedai minuman bernuansa anak muda jaman sekarang. “Konsep dari kedai ini lebih ke anak muda jadi setelah adanya wabah virus ini merasakan penurunan pelanggan dikalangan mahasiswa.” Ujarnya saat kami menanyakan perbedaan setelah adanya pandemi. “Untuk presentase penurunan tidak terlalu paling 30%.” Sambungnya. Setelah kami amati ternyata untuk sebagian pengusaha bisnis seperti kedai minuman tidak terlalu mengalami penurunan yang benar-benar drastis, hal ini tentunya sangat berbeda dengan pedangang kaki lima yang sangat kesulitan dalam sektor perekonomian selama masa pandemi ini.

 Jadi, dimasa pandemi ini banyak membawa dampak yang sangat berpengaruh pada perekonomian setiap kehidupan masyarakat termasuk juga untuk masyarakat kalangan bawah yaitu pedagang kaki lima, banyak pedang merasa kebingungan bagaimana cara mengatasi pendapatan yang sangat menurun dratis pada masa pandemi sekarang. Dengan begitu tentunya kita harus lebih bekerja keras lagi, tetap berikhtiar dan jangan lupa juga menjaga kesehatan diri di masa pandemi ini. Para pedagang kaki lima juga sangat berhap semoga masa pandemi ini cepat berakhir agar kita bisa menjalani aktivitas semestinya, dan juga masyarakat kalangan bawah seperti pedagang kaki lima bisa mendapatkan penghasilan normal lagi seperti sebelumnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying