Perencanaan dalam kegiatan berbicara
Pengertian dalam berbicara
Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Sebagai perluasan dari batasan ini dapat kita katakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan-gagasan atau ide-ide yang dikombinasikan. Lebih jauh lagi, berbicara merupakan satu aspek keterampilan berbahasa, di samping keterampilan menyimak, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu saling terkait satu dengan lainnya. Keterkaitan ini sering disebut dengan istilah Catur Tunggal. Ini berarti, ada kaitan yang erat antara berbicara dengan menyimak, berbicara dengan menulis, serta berbicara dengan membaca.
Kedudukan Berbicara dalam kehidupan
Interaksi antar manusia ditopang dan didukung oleh alat komunikasi vital yang mereka miliki dan pahami bersama, yakni bahasa. Setiap pada kelompok manusia, pasti digunakan bahasa. Kenyataan ini berlaku baik pada masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, yakni komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal menggunakan bahasa sebagai sarana. Sedangkan komunikasi nonverbal menggunakan sarana gerak dan sandi, seperti bunyi, morse, warna, dan bendera.
Bila dianalisis tujuan berbicara dapat dibedakan atas lima golongan, yakni : (1) Menghibur, (2) Menginformasi, (3) Mensimulasi, (4) Meyakinkan, (5) Menggerakkan. Untuk menghibur para pendengar, pembicara menarik perhatian pendengar dengan berbagai cara, seperti humor, spontanitas, kisah-kisah jenaka.
Persiapan dalam berbicara
Ada tiga hal yang harus dipersiapkan sebelum orang berbicara, yaitu persiapan diri, persiapan materi dan persiapan pendukung. Selain ketiga hal tersebut, untuk menjadi pembicara yang ideal ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
Pilih sebuah topik
Buat topik menarik untuk anda sendiri. Jika tidak, anda tidak mampu menguasai audiensi. Pembicaraan yang menarik akan lebih mudah mengemukakannya dan dapat membuat suasana menjadi menarik
Ketahui audiensi
Coba analisis tipe dari audiensi, misalnya taraf pemikiran mereka apakah mampu menyerap materi yang diberikan, dan dari segi mana harus dimulai dengan ilustrasi-ilustrasi yang mampu menarik perhatian mereka.
Perhatikan suasana
Ketahui juga waktu pembicaraan, dimana pendengar mulai bosan atau masih menarik.
Metode dalam berbicara
Mempersiapkan materi, kumpulan materi-materi yang penting berupa ilustrasi/gambaran, rencana masalah, contoh pendapat dan gambaran dll.
- Menyusun materi pembicaraan, susun materi pembicaraan lebih jauh dengan memperhitungkan satu sama lainnya, apakah tidak terjadi saling menutupi atau mengacaukan.
- Buat pembicaraan dalam bahasa yang sesuai, cari kata-kata yang baik dalam membahas hal yang rmit agar mudah diterima.
- Latih cara mengemukakan materi, buat pembicaraan menjadi lancar dan kembangkan suasana persahabatan, tidak kaku serta menarik.

Komentar
Posting Komentar