Resensi Film Cek Toko Sebelah

Identitas film
Judul film : Cek Toko Sebelah
Sutradara : Ernest Prakasa
Produksi : Starvision
Tahun : 2016

Synopsis film Cek Toko Sebelah


Erwin (Ernest Prakasa) sangat menikmati kehidupan dengan karirnya yang sangat gemilang. Namun ketika Koh Afuk (Chew Kin Wah) jatuh sakit keadaan berbalik ketika ia ingin mewarisi toko sembakonya kepada Erwin, putra kesayangannya. Sementara kakak Erwin yaitu Yohan (Dion Wiyoko) sebagai anak sulung yang merasa lebih perhatian kepada kedua orang  tuanya merasa lebih berhak untuk menjadi penerus took sembako tersebut. Koh Afuk tidak mempercayai Yohan dan lebih memilih Erwin untuk penerus toko itu. Terjadilah perselisihan di antara ketiganya dimana Erwin tidak mau menjadi penerus toko tetapi Yohan justru yang mau menjadi penerus toko. Konflik pun makin memanas akibat persaingan dengan toko kelontong yang ada di sebelahnya yang juga tak ingin kalah dari toko Koh Afuk.
Pada film ini Erwin (Ernest Prakasa) memiliki karier yang sukses di usia muda, dan kekasih yang juga wanita karier sukses bernama Natalie (Giselle Anastasia). Namun saat sedang menikmati kesuksesannya itu dan akan mendapatkan promosi kerja ke Singapura, kesehatan ayahnya Erwin yakni Koh Afuk (Chew Kin Wah) memburuk. Koh Afuk pun ingin mewariskan toko sembakonya kepada Erwin, anak kesayangannya. Sementara itu, Yohan (Dion Wiyoko) adalah kakak Erwin yang berbeda karakter dan nasibnya. Ia begajulan dan menghadapi kesulitan ekonomi bersama istrinya Ayu (Adinia Wirasti). Hubungan Yohan dan Koh Afuk juga kurang harmonis, meski ia yang selalu ada untuk keluarga. Yohan begitu kecewa dan merasa iri karena Koh Afuk selalu lebih percaya dengan Erwin. Apakah Erwin akan melanjutkan karier atau toko ayahnya, menjadi masalah dilematik karena semuanya bersifat personal. Jika ia melanjutkan karier, maka ia membuat ayahnya kecewa. Tetapi jika ia memilih toko, maka ia membuat Natalie kecewa. Sedangkan Yohan juga berada dalam kondisi yang serba salah di tengah-tengah keluarga. Semua konflik akan terselesaikan di akhir film ini.

Kekurangan : Pada adegan saat Koh Afuk mencari bon hutang tetapi tidak dapat menemukannya dan menggebrak laci tanpa penjelasan yang dapat dimengerti. Akting Chew Kin Wah, aktor Malaysia pemeran Koh Afuk, kurang masuk ke dalam suasana yang dibangun (entah itu pas scene lucu/sedih) atau serba nanggung. Sayang sekali, padahal dia punya peran yang penting dan sering muncul dalam film ini. 

Kelebihan :  Film ini menghadirkan banyak pemeran pendukung, mulai dari komika, komedian, YouTuber, hingga Kaesang, anak Presiden Jokowi. Mereka punya peran untuk menghadirkan unsur komedi dalam film ini, sehingga menyeimbangi unsur drama yang membuat galau.  Jalan ceritanya mengalir dengan baik, penonton akan dibuat tertawa dan galau berkali-kali. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying