Bapak Madi sang Penjual Es Tape Ketan



Sumber : Kamera Handphone Pribadi

       Es tape ketan sejatinya adalah sebuah minuman yang terbuat dari ketan yang dicampur gula dan es. Tape sendiri merupakan makanan hasil fermentasi singkong maupun beras ketan . Di dalam segelas es tape ini kita akan menemukan sekitar limabola tape ketan dan rata-rata hanya di banderol seharga lima ribu rupiah per gelas. 
       Laki-laki berusia 51 tahun asal desa Cangkring ini seorang pekerja keras, hampir setiap hari beliau duduk memandangi jalanan di depan gerobak jualannya. Sesekali ia bangun dari kursinya untuk melayani pembeli. Bapak Madi merupakan seorang penjual minuman es tape di sekitaran komplek Bima, Cirebon.
       Setiap harinya ia memulai aktivitas dengan membuat dan menyiapkan keperluan berjualannya, terkadang ia dibantu oleh istrinya untuk membuat tape yang terbuat dari beras ketan. "Saya sudah memiliki 3 orang anak, anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua sudah lulus kuliah, dan anak yang ketiga masih duduk di bangku sekolah kelas 3 Sekolah Menengah Atas",ujarnya. Omzet dari hasil penjualan es tape perhari bisa mencapai 500 sampai 600 ribu.

Sumber : Kamera Handphone Pribadi

       Jika pada musim kemarau atau musim panas penjualan es tape bisa sampai habis sepenuhnya, tetapi jika dimusim penghujan penjualan tidak maksimal terkadang omzet pun menurun. Berjualan es tape sudah 3 tahun dijalani oleh Bapak Madi. Pembuatan es tape ketika musim kemarau bisa sampai 4kg tape, sedangkan musim hujan lebih sedikit. Untuk pembuatan tapenya selama 3hari, "Kalau tapenya belum mateng Saya gak bisa berjualan Mas",ungkapnya. Sebelum berjualan ia dahulu berprofesi sebagai seorang pekerja pabrik, namun karena sistem kontrak yang diterapkan membuat Bapak Madi harus berpindah-pindah pabrik agar mendapat pekerjaan. "Ketika kontrak abis saya harus mencari pabrik lain untuk melamar pekerjaan",ucapnya. 
       Pekerjaan yang ia jalani sebagai penjual es tape sudah ramai yang mengikuti jejaknya bahkan sampai ada di youtube, ditambah ia terlahir dari keluarga pembuat tape ketan. Apapun pekerjaannya bila dilakukan dengan cara ikhlas, lalu bersyukur insyaallah akan mendapat keberkahan.






Komentar

  1. Sangat menarik. Membuat saya menjadi haus wkwk

    BalasHapus
  2. Sangat terkejut dengan omzet perharinya yang luar biasa, sangat memotivasi pembaca mantull

    BalasHapus
  3. Mantappp niii! Jadi pengen es tape ketan kann :v

    BalasHapus
  4. Menarik sekali, kisahnya sangat memotivasi.

    BalasHapus
  5. Pembahasan yang menarik, terutama mengenai omzet.

    BalasHapus
  6. Enak dan terlihat segar untuk minuman disiang hari.

    BalasHapus
  7. Ada sebuah kalimat yang membuat saya tergelitik, yaitu: "Laki-laki berusia 51 tahun asal desa Cangkring ini seorang pekerja keras, hampir setiap hari beliau duduk memandangi jalanan di depan gerobak jualannya"
    Selama ini pandangan saya terhadap makna kata 'Kerja Keras' itu ternyata salah. Setelah membaca tulisan di atas, saya menjadi tahu bahwa memandangi jalanan itu adalah suatu pekerjaan yang berat dan bisa dikategorikan sebagai kerja keras. WOW!!! :v

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas ceritanya, ikhlas menjadi poin penting yang bisa saya ambil. Tapi, jangan lupa spasi ya, "limabola" butuh jarak sedikit :D

    BalasHapus
  9. Tidak mau berpanjang lebar, saya hanya ingin es tape titik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat pada tanaman sirih merah yang jarang diketahui

Skandal Bullying