Jenis Vaksin Pneumonia yang di Rekomendasikan
Pneumonia mendadak jadi trending topic akibat kasus di Wuhan, China akhir tahun lalu. Semua orang berlomba untuk mencari vaksin pneumonia karena ketakutan akan tertular pneumonia.
Apa itu pneumonia ?
Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah radang paru-paru adalah infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara disalah satu atau kedua paru-paru yang dapat berisi cairan. Pada pneumonia, kantung udara bisa berisi cairan atau nanah. Infeksi ini dapat mengancam nyawa siapapun, terutama pada bayi, anak-anak dan, lansia di atas 65 tahun.
Untuk gejalanya membutuhkan diagnosis medis. Penyebaran dari virus ini melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin). Tanda dan gejala penyakit pneumonia pada umumnya yang terjadi yaitu :
- Batuk.
- Demam
- Berkeringat
- Menggigil
- Susah bernafas
- Detak jantung terasa cepat
- Dada sakit
Apa penyebab penyakit pneumonia ?
Faktanya, pneumonia adalah penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Jadi penyakit pneumonia sangat mudah ditularkan melalui udara.
Sedangkan untuk kebutuhan vaksin pneumonia, selain pneumonia Wuhan, ada tiga jenis vaksin yang direkomendasikan.
1. Vaksin Pneumokokus
Vaksin Pneumokokus biasa disebut PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine). Vaksin PCV13 (merk dagang Prevnar) mampu memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri atau individu bakteri dari spesies Streptococcus pneumoniae.
Streptococcus pneumoniae adalah bakteri yang paling sering menimbulkan penyakit pneumokokus pada manusia. Jika bakteri masuk ke aliran darah mengakibatkan meningitis dan jika menyerang paru-paru bisa mengakibatkan penyakit yang dikenal dengan pneumonia.
Vaksin bisa melindungi manusia hingga jangka waktu tiga tahun. Vaksin PCV13 umumnya diberikan pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.
2. Vaksin Pneumokokus PPSV23
Jika PCV13 ditujukan untuk bayi dan balita, maka untuk orang dewasa diberikan vaksin PPV23 (nama dagang Pneumovax 23). Vaksin pneumonia ini memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus.
Orang dewasa yang dimaksud adalah mereka yang berusia 65 tahun ke atas atau usia 2-64 tahun dengan kondisi khusus antara lain sudah lama menderita penyakit tertentu (penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, kecanduan alkohol, atau sirosis), menderita penyakit yang mengurangi perlawanan tubuh terhadap infeksi (kanker kelenjar getah bening, gagal ginjal, kerusakan limpa), menjalani pengobatan (steroid, terapi radiasi), merokok atau menderita asma.
3. Vaksin Hib
Buat negara berkembang, bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) adalah penyebab pneumonia dan meningitis utama. Di Indonesia, vaksin pneumonia akibat Hib masuk dalam program imunisasi untuk bayi.
Infeksi bakteri Hib 90 persen terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Mengutip dari Alodokter, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2017 menyarankan pemberian vaksin Hib pada anak secara bertahap mulai usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan booster diberikan antara usia 15 bulan hingga 18 bulan.
Ketiga vaksin pneumonia ini berguna untuk mengurangi risiko kemungkinan terkena pneumonia, namun bukan untuk pneumonia Wuhan.

Komentar
Posting Komentar